beranda

25 September 2012

Selayang Pandang

A. BIDANG HUKUM

1. Kebijakan bidang Hukum
Pemerintah Desa Turirejo dalam melaksanakan kebijakan di bidang hukum menganut sistem yang telah ditentukan oleh Pemerintah, baik pusat maupun Daerah, sebab bagaimanapun juga Desa Turirejo adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sedangkan norma-norma hukum yang dianut oleh masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial keagamaan berdasar adat istiadat serta kebiasaan yang tumbuh berkembang di masyarakat yang menjadi ciri khas warga Desa Turirejo.
clip_image002
Pemerintahan Desa Turirejo telah berusaha menyusun Peraturan Desa / Perdes dengan sebanyak mungkin menyerap aspirasi Masyarakat dan melibatkan tokoh – tokoh yang berkompeten, sehingga diharapkan Perdes dapat dilaksanakan secara maksimal dan merupakan wujud dari kepribadian Masyarakat Desa Turirejo.
Pemerintahan Desa Turirejo telah berhasil menyusun 7 (tujuh) Perdes, yang meliputi :
a. Perdes nomor 1 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa Turirejo;
b. Perdes nomor 2 tahun 2008 tentang Pelaksanaan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Turirejo;
c. Perdes nomor 3 tahun 2008 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Turirejo tahun 2008;
d. Perdes nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Pengurus RW dan Pengurus RT Desa Turirejo;
e. Perdes nomor 5 tahun 2008 tentang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Turirejo;
f. Perdes nomor 1 tahun 2009 tentang Pembagian Wilayah Dukuh Krajan menjadi Dukuh Krajan dan Dukuh Krajan Timur Desa Turirejo;
g. Perdes nomor 2 tahun 2009 tentang Badan Usaha Milik Desa Turirejo Bidang Produksi dan Jasa “Turirejo Mekar Makmur”;
2. Permasalahan dan upaya pemecahannya.
Segala permasalahan yang menyangkut bidang hukum diusahakan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah mufakat secara berjenjang, mulai tingkat RT, tingkat RW, tingkat Pedukuhan sampai tingkat desa dengan melibatkan secara aktif tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berkompeten dengan tetap menjunjung tinggi norma Hukum dan Ketentuan yang berlaku, sehingga sedapat mungkin menghindari konflik yang berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Terima Kasih

Kepada segenap pembaca artikel yang ada dalam blog ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, utamanya kepada yang telah memberikan saran, masukan dan komentarnya....
Karena kami masih dalam taraf belajar, maka sangat kami sadari kekurangan dan kelemahan serta kesalahan-kesalahan yang ada.
Bagaimanapun juga kami bangga bisa menampilkan blog ini.
Terima Kasih...

20 September 2012

Pemimpin Desa Turirejo



Dari berbagai sumber yang ada, utamanya tokoh masyarakat pemerhati sejarah Desa Turirejo, sejak jaman kolonial Belanda, konon sejak pecahnya Perang Diponegoro yang meluas sampai ke daerah Jawa Timur, Desa Turirejo telah berdiri dan dipimpin oleh seorang petinggi / lurah yang secara berurutan sebagai berikut:
  • Tambak Rejo                               : --      s/d 1883
  • Gajah Merto / Abdul Sepan          : 1883 s/d 1896
  • Suro Atmodjo                               : 1896 s/d 1911
  • Wongso Rejo                               : 1911 s/d 1921
  • Joyo Atmodjo                               : 1921 s/d 1936
  • Singo Taroeno / Abdul Hamid     : 1936 s/d 1946
  • Rakoep                                         : 1946 s/d 1947
  • Goenawan                                    : 1947 s/d 1951
  • Rakoep                                         : 1951 s/d 1982
  • Soebiadi                                       : 1982 s/d 1990
  • M. Su’ud                                        : 1990 s/d 1998
  • M. Rochin                                      : 1998 s/d 2007
  • M. Su’ud                                        : 2007 s/d 2013

SEJARAH / ASAL USUL DESA




Berdasarkan cerita rakyat, Desa Turirejo masih berupa hutan belantara yang kemudian datang seseorang yang bernama Mbah Suko yang melakukan babat alas di wilayah Barat Desa dan Mbah Gondo di wilayah Timur, bersama keluarga dan kerabat mereka hingga perkembangannya menjadi sebuah perkampungan atau pedesaan, sehingga sampai sampai saat ini terbentuk 4 (empat) wilayah pedukuhan.
Sedangkan asal usul kedua Tokoh Babat alas tersebut, sampai saat ini tidak diketahui secara jelas. Disamping itu belum diketahui pula sejak tahun berapa Desa Turirejo ini berdiri.
Nama Desa Turirejo sendiri berasal dari nama sebuah Dukuh di desa ini, yakni Dukuh Turi, yang menurut kepercayaan para tokoh masyarakat dianggap sebagai pancer / punjering Desa Turirejo (titik tengah Desa Turirejo), yang apabila ditinjau dari nama tersebut dapat diartikan Dukuh Turi yang Rejo (ramai).



05 September 2012

Gambaran Umum Desa Turirejo



A.      KONDISI GEOGRAFIS

1.      Desa Turirejo merupakan salah satu dari 10 (sepuluh) Desa dan 2 (dua) Kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Lawang, dengan batas-batas :
a.        Sebelah Utara       : Desa Jatisari dan Desa Sentul
b.        Sebelah Timur       : Desa Sumber Porong dan Desa Mulyoarjo
c.        Sebelah Selatan    : Kelurahan Lawang dan Desa Ketindan
d.        Sebelah Barat       : Desa Wonorejo
2.      Sedangkan struktur tanah Desa Turirejo merupakan jenis tanah litosal coklat. Luas wilayah Desa Turirejo ± 400 Ha. dengan perincian sebagai berikut :
a.     Tanah kering / pemukiman   : ± 139    Ha.
b.     Sawah                                     : ± 23      Ha.
c.      Tegal / perkebunan               : ± 178    Ha.
d.     Lain-lain                                  : ± 60      Ha.
3.      Secara administrasi Pemerintahan, Desa Turirejo terbagi atas 4 dukuh, yakni meliputi :
a.     Dukuh Turi                          : 2   RW 10    RT
b.     Dukuh Krajan                     : 2   RW 11    RT
c.      Dukuh Krajan Timur         : 2   RW 14    RT
d.     Dukuh Simping                 : 3   RW 17    RT
  Jumlah                                : 9   RW 52    RT